TRADISI PELESTARIAN BUDAYA NYADRAN BERSIH SUMUR SOKA
Nur Ihsan Dwiriyanti 28 September 2021 16:05:51 WIB
Duwet (SIDA) - Senin, 27 September 2021 Kalurahan Duwet melaksanakan Kegiatan Adat Budaya yang sudah dilaksanakan secara turun temurun, Ritual Adat bersih sumur tua selalu dilaksanakan setiap 3 Tahun sekali dihari Senin Legi. Sumur soka ini diyakini oleh masyarakat setempat sebagia sumber keberkahan dan keberuntungan. Ritual ini disebut nyadran Sumur Soka yaitu bersih sumur pertama yang ada di dusun Jogoloyo, sumur ini sebagai mata air utama dan pertama sebagai sumber mata air yang perlu dilestarikan.
Sumur Soka ini diyakini sudah ada sejak masa kepemimpinan Bupati Gunungkidul yang ke-2, kanjeng Raden Tumenggung Prawirosutikwo. Air dari sumur soka ini tidak pernah mengering sama sekali walaupun musim kemarau panjang. Sehungga keberadaannya dapat dimanfaatkan oleh 4 padukuhan yang ada diwilayah kalurahan Duwet yaitu Duwet, Gondang, Jambe dan Jogoloyo.
Dalam Sambutanya Lurah Duwet Warsito mengatakan bahwa acara tersebut merupakan kegiatan budaya yang sudah rutin dilakukan oleh masyarakat Kalurahan Duwet di empat padukuhan. Dengan demikian meskipun pada masa pandemi Covid-19, acara tersebut tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Bapak Lurah Warsito juga menyampaikan dalam sambutanya, Acara ini tetap dilaksanakan karena mengingat kpercayaan masyarakat tentang keberadaan sumur soka ini adalah dapat mensejahterakan warga amasyarakat dan antusias masyarakat yang sangat besar sehingga pemerintah kalurahan berat untuk melepaskan karena masyarakat sangat menghendaki. Masyarakat percaya bahwa bahwa apabila tidak dilaksanakan ritual tersebut maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ini sudah menjadi prinsip warga masyarakat.
Ritual nyadran bersih sumur soka ini dilaksanakan dengan beberapa rangkaian acara yaitu, dengan keyakinan sbelum acara menyembelih kambing, kemudian dilaksanakan kenduri diplataran sumur soka dan sebagai puncak acara yaitu dipersembahkan tarian seni topeng. Tarian ini ditarikan oleh generasi generasi pribumi sehingga tarian masih sangat khas dengan adat budaya dari acara nyadran ini. Dengan selalu dilaksanakan ritual tersebut semoga kebudayaan nenek moyang ini akan tetap slalu dilestarikan dan menjadi icon Adat kebudayaan yang ada dikalurahan Duwet. Kebudayaan Seni topeng ini juga sudah mendapat perhatian dari Kundha kabudayan Kabupaten Gunungkidul.
Dalam Ritual nyadran sumur soka ini setelah dilakukan kenduri maka warga masyarakat sekitar mempercayai bahwa air yang diambil dari sumur ini akan memberikan khasiat yang sangat luarbiasa untuk kehidupan. Sehingga warga masyarakat saling berebut untuk mendapatkan air tersebut untuk dibawa pulang.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA KALURAHAN DUWET TAHUN 2025
- PERKAL NO 7 TAHUN 2025 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA KALURAHAN DUWET (APBKal) TAHUN 2026
- Pemasangan Banner Transparansi APBKal Tahun 2026 dan Realisasi APBKal Tahun 2025
- Musyawarah Masyarakat Kalurahan bersama Puskesmas Wonosari I
- Laporan Pertanggungjawaban Bumkal Tahun 2025
- Uji Pompa di Sumur Bor Baru Bersama BBWS
- Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dukuh Dunggubah I
Komentar Terkini
-
nazdnfjex
quick payday loans payday loans <a href="...baca selengkapnya
09 September 2017 04:26:23 WIB
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |














